Card image
Keringanan Puasa saat Siang Panjang

Tinggal di negara dengan empat musim terkadang menjadi kendala tersendiri bagi umat muslim. Cuaca yang berubah-ubah serta siang malam yang tak tentu jamnya, membuat sebagian umat muslim bingung saat menjalankan puasa. Apalagi yang belum terbiasa tinggal di sana. Pada saat musim dingin, biasanya malam menjadi lebih panjang. Dan pada saat musim panas, siang menjadi lebih panjang bahkan bisa mencapai 18 jam.
Dikutip dari rumahfiqih.com, di kalangan ahli fiqih sendiri, setelah mengetahui ada sebagian daerah yang memiliki malam yang sangat panjang dan siang yang sangat pendek atau sebaliknya, mereka berselisih pendapat dalam masalah standar dalam menyesuaikan waktunya. 
Adapun pendapat agar muslim di negara dengan kondisi siang yang panjang mengikuti waktu shalat dan puasa di Makkah. Pendapat ini banyak diikuti oleh lembaga fatwa seperti Darul Ifta Mesir ( fatwa nomor 4777. 09/07/2013 dan fatwa nomor 3740 tanggal 31/07/2011). Karena ketidak mungkinan melakukan analogi terhadap negara terdekat mengingat secara letak geografis akan mengalami musim yang sama, maka dipusatkan kepada Mekah dengan laqob Ummul Quro tersebut.
Maka dalam kasus ini, terdapat dua pendapat yakni mengikuti waktu daerah terdekat dengan kondisi waktu yang stabil, atau mengikuti waktu di Mekah. Sementara dalam teknisnya, kedua pendapat tersebut tidak berbeda. Mereka boleh makan pada malam hari sampai terbitnya Fajar di tempatnya, dan harus menahan diri dari hal yang membatalkan pada siang hari sampai terbenamnya matahari sebagaimana waktu daerah yang diikuti. 
Baik tempat terdekat menurut pendapat pertama, atau mengikuti durasi di Mekah seperti pendapat kedua. Maka jika puasa dimulai pukul 03.00 pagi hari, dan di Mekah atau tempat terdekat melakukan puasa sepanjang 15 jam, muslim tersebut boleh berbuka pada pukul 16.00 waktu setempat.
Ternyata fatwa-fatwa di atas tidak berlaku bagi semua negara dengan empat musim dan summer yang ekstrim. Ada batas maksimal durasi siang dimana muslim boleh mengikuti fatwa tersebut, yakni negara dengan durasi siang tak kurang dari 18 Jam dan malam tak lebih dari 6 jam. Pertimbangannya bukan hanya pada penentuan waktu shalat maghrib hingga subuh, tapi juga pada segi kesehatan.
Maka dengan merujuk kepada kedua fatwa tersebut, atau jika ada fatwa baru dari ulama-ulama setempat, tidak ada lagi keraguan alias galau religi bagi umat Islam, terutama WNI di negara dengan durasi siang yang panjang untuk beribadah all out.Wallahu a’lam bisshowab.

Sebarkan Kebaikan Anda

ZAKAT MANDIRI adalah Platform Donasi Digital milik LAZNAS Yatim Mandiri, sebagai media untuk memudahkan Donatur dalam menunaikan kewajiban Zakatnya.