Card image
Membeli Mahar Emas Secara Tunai

Salah satu hal yang tak boleh terlewatkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Saat ini, banyak pasangan yang memilih mahar emas karena dinilai lebih berharga, dapat disimpan. Dan dapat dijadikan tabungan. Serta kualitas emas yang tidak akan rusak, membuat emas menjadi pilihan ideal. Emas yang dibentuk sebagai perhiasan termasuk yang paling populer sebagai mahar. Namun, tak sedikit yang memilih emas batangan karena nilainya lebih tinggi.

Di zaman yang teknologi serba mudah ini, banyak pedagang emas yang menjual emas via online. Baik melalui media sosial maupun marketplace. Memang, cara ini dirasa lebih mudah karena pembeli tinggal transfer sejumlah uang senilai emas tersebut. Dan beberapa saat kemudian emas itu datang. Sayangnya, tak semudah itu dalam jual beli. Dan islam telah mengaturnya.

Dikutip dari rumaysho.com, syarat yang diberikan oleh Islam dalam jual beli emas (dikenal dengan istilah: shorf) tidak bisa ditawar-tawar. Yaitu jika emas ditukar dengan emas, maka syarat yang harus dipenuhi adalah: yadan bi yadin (harus tunai), dan mitslan bi mitslin (timbangannya sama meskipun beda kualitas).

Jika emas ditukar dengan uang, maka syarat yang harus dipenuhi adalah yadan bi yadin (harus tunai), meskipun beda timbangan. Perlu dipahami bahwa uang dan emas memiliki ‘illah yang sama yaitu alat untuk jual beli dan sebagai alat ukur nilai harta benda lainnya, walau keduanya beda jenis.

Hal ini pun juga dijelaskan dalam sebuah hadist sahih. “Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barang siapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa” (HR. Muslim)

Sehingga keluarlah fatwa yang dikutip dari islamweb yang berbunyi “Kecuali emas dan perak, keduanya tidak boleh dibeli via internet karena transaksi via internet tidak terpenuhi syarat penyerahan secara langsung kepada pembeli kecuali setelah beberapa waktu lamanya. Padahal telah diketahui bahwa emas dan perak tidaklah boleh dibeli dengan suatu mata uang selain dengan jalan yadan bi yadin (tunai). Jadi, transaksi seperti ini yang di dalamnya tidak ada penyerahan emas secara tunai dalam majelis akad tidak dibolehkan” (Fatwa Islamweb no. 14119).

Sebarkan Kebaikan Anda

ZAKAT MANDIRI adalah Platform Donasi Digital milik LAZNAS Yatim Mandiri, sebagai media untuk memudahkan Donatur dalam menunaikan kewajiban Zakatnya.